Doa Ziarah Kubur

Ada banyak hadis yang berbicara tentang ziarah yang serius. Beberapa sarjana mengizinkan ziarah dan yang lain tidak. Sumber : berdoa.co.id

Tetapi Anda harus tahu bahwa jika Anda ingin tahu hadis mana yang shohih dan mana yang tidak. Jadi Anda perlu mencarinya dan mencari tahu lebih banyak dalam tulisan suci.

Karena Hadits terbagi dua. Pertama, Hadits adalah shohih dan yang kedua lemah. Nah, jangan kaget dengan hadits yang lemah.

Lalu apa hadits tentang ibadah haji?

Utusan Allah berkata:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Ini berarti:

“Aku melarangmu untuk melakukan ziarah yang serius. Sekarang, berziarah, karena itu akan mengingatkanmu pada kehidupan setelah kematian.” (SDM. Muslim).

Nabi juga menceritakannya kepada teman-temannya dan diriwayatkan oleh umat Islam.

Pada satu titik ia meminta pengampunan dari ibunya, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya. Kemudian, Nabi meminta izin untuk mengunjungi makam ibunya. Jadi kamu selalu bisa mengingat kematian.

Doa Ziarah Kubur

Karena itu, ziarah ke kuburan diizinkan selama tidak mengundang kesendirian. Dalam arti, hanya mungkin berdoa kepada Tuhan, meminta pengampunan dari Tuhan, bukan dari orang yang dikuburkan.

Jadi jika ziarah adalah meminta kuburan, maka itu adalah syirik. Syirik adalah penyatuan dengan Tuhan dan itu adalah dosa yang tidak diampuni oleh Tuhan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An Nissa ayat 116:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Ini berarti:

“Tentunya Allah tidak akan mengampuni dosa dari menghindar, dan akan mengampuni dosa-dosa lain yang berada di bawah kendalinya yang ia sukai.” (QS. An Nisaa ayat 116)

Menurut firman Allah di atas, maka jangan pernah membuat syirik (perjanjian Allah), karena dosa syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni oleh Tuhan.

Bahkan ketika Anda melakukan ziarah ke makam orang tua, makam keluarga atau makam wali, berdoalah agar mereka tidak meminta kematian.

Pada kesempatan ini ziarah akan membahas doa ziarah dalam bahasa Arab, Latin dan artinya, serta doa makam.
Doa ziarah kubur

Selama melakukan ziarah, dianjurkan untuk meningkatkan zikir dan doa.

Kenangan dan doa dibaca selama ziarah berikut:

Membaca salam (1x)
Membaca Pigfar (3x)
Membaca Sura Al Fatihah (1x)
Dibaca oleh Sura Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas (3x)
Baca doa tahlil (33x)
Baca doa keselamatan atau doa tubuh

Silakan baca bacaan doa makam berikut ini.

  1. Katakan halo

Setiap kali dia meninggalkan rumah pada akhir malam, Nabi menyapa orang-orang di kuburan dengan salam. Begitu pula saat memasuki makam, disarankan untuk menyapa penghuni.

Ucapkan selamat tinggal pada kuburan menurut Sunnah

Doa-Salam-di-Makam

Ucapkan selamat tinggal pada kuburan menurut Sunnah Arab

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شان

“Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

Ini berarti:

“Assalamuallaikum, tempat tinggal orang-orang percaya. Janji Tuhan untuk memelukmu besok telah datang kepadamu dan kami pasti akan mengikutimu. “

Anda dapat membaca salam ini ketika Anda memasuki makam atau ketika Anda mulai bermeditasi.

  1. Baca manfaatnya

Bacaan selanjutnya adalah membaca doa pantas.

Jasa membaca

Membaca-doa-istighfar

Bacaan prestasi Arab

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa di depan Ilaihi.”

Ini berarti:

“Aku meminta maaf kepada Dewa Tertinggi, yang tidak lain adalah Dia yang Hidup dan Sendiri, dan aku menyesalinya.”

  1. Baca Al Fatihah

Selanjutnya adalah mengirim doa Al Fatihah ke keluarga almarhum dan orang suci lainnya. Karena semua doa yang baik akan diterima oleh Tuhan.

Bacaan Al Fatihah

Surat Al Fatihah

Bacaan bahasa Arab dari Al Fatihah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Musthaqiim Ihdinash-shirraatal. Shiraathal Ladziina dan ‘Amta’ Alaihim Ghairil akan membakar ‘Alaihim Waladh-Dhaalliin “